SUKA TANTANGAN? AYO MENJADI PEMANDU WISATA

SUKA TANTANGAN? AYO MENJADI PEMANDU WISATA

Kamu mungkin berfikir bahwa menjadi pemandu wisata atau tour guide membutuhkan gelar yang tinggi seperti gelar professor sejarah atau semacamnya. Namun, pada kenyataannya, menjadi pemandu wisata itu bisa dilakukan oleh anda yang mungkin masih menduduki bangku sekolah menengah atas atau kuliah. Jika anda membaca ini, anda sebenarnya sudah memiliki dalam memandu. Hal itu dapat dilihat dari rasa kepenasaran anda yang tinggi untuk mencari tahu. Seorang pemandu yang baik adalah memerhatikan dan berusaha ingin tahu tentang apa yang ada di sekelilingnya dan menyukai untuk belajar tentang hal-hal baru. Dimanapun tempat kamu berada mungkin bisa saja membosankan atau memiliki berbagai macam hal untuk dijelajah. Perbedaannya terletak pada sudut pandang anda. Seorang pemandu yang baik sangat ingin tahu tentang bertemu dengan orang-orang baru. Dalam hal ini, anda harus memiliki rasa ingin tahu tentang mempelajari bahasa. Sebagai pemandu wisata, memiliki kemampuan berbahasa akan mempermudah anda untuk berkomunikasi dengan orang baru. Seperti yang kita ketahui, bahasa Inggris adalah bahasa yang sering digunakan hampir di seluruh Negara di dunia. Dengan menguasai bahasa tersebut, anda akan bisa lebih menonjolkan keakraban anda dengan orang baru dan tidak terkesan kaku dalam memberikan informasi.

Rasa ingin tahu menjadi hal yang harus dimiliki oleh seorang pemandu wisata. Akan tetapi, terdapat faktor yang membuat anda menjadi pemandu wisata yang berkualitas. Ketiga faktor itu adalah memiliki kepekaan pada kebutuhan orang lain, teratur, dan memiliki pengetahuan tentang daerah setempat anda.

Pertama, seorang pemandu wisata harus mengutamakan kebutuhan turis selama perjalanan. Mungkin seorang pemandu akan mengalami kejadian yang tidak terduga seperti turis yang ingin ke kamar kecil, mencari toko oleh-oleh, terluka karena tersandung, atau turis yang menghilang. Dalam hal ini, tugas sebagai pemandu wisata berpikir sigap dan inovatif tentang bagaimana untuk memenuhi kebutuhan para turis sebelum mengikuti agenda mereka. Selain itu, seorang pemandu wisata harus sensitif dengan menyadari para turis bahwa mereka kelelahan, lapar, bosan, atau tidak bisa melakukan yang sudah direncanakan sebelumnya.

Kedua, seorang pemandu wisata harus bisa menyusun jadwal perjalanan wisata dengan teratur. Ditambah lagi, mereka harus senantiasa merencanakan beberapa antisipasi untuk mengatasi berbagai macam masalah yang tidak terduga. Mereka harus menyimpan nomor kontak seperti tempat menginap, rumah sakit, taxi, atau nomor kontak jasa lainnya sebagai pegangan jika dibutuhkan dalam kondisi tertentu. Mengatur jadwal anda dengan teratur menunjukkan bahwa sebagai seorang pemandu wisata tidak melupakan untuk bertemu orang di tempat yang sudah direncanakan. Seorang pemandu harus tahu betul dimana museum, taman, restoran, atau wahana atraksi yang masih buka. Tentunya, seorang pemandu harus mengetahui setiap acara yang diselanggarakan supaya mereka bisa mengajak turis untuk melihat dan melakukan sesuatu disana.

Ketiga, seorang pemandu wisata harus berwawasan tentang daerah setempat. Hal ini termasuk tempat-tempat yang dikunjungi, aktivitas yang dilakukan, museum, atraksi local, dan tempat makan. Bawalah brosur yang menginformasikan berbagai macam atraksi setempat. Mencari tahu lewat internet pun bisa menjadi ide yang baik. Sangat dianjurkan bagi anda untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya sebelum para turis datang. Anda mungkin bisa saja menawarkan perjalanan wisata sesuai dengan minat dan kemampuan anda. Jika anda menyukai mendaki gunung, anda akan membuat panduan wisata yang bagus untuk pecinta gunung atau bidang yang serupa. Intinya, kesempatan itu tidak pernah berakhir. Para turis tertarik dengan hal sama akan menyukai kesempatan untuk menjelajahi dengan anda bersama dan sebagai grup anda akan memiliki waktu yang indah bersama.