Positif atau Negatif tergantung Bagaimana Cara Kita Melihatnya

Positif atau Negatif tergantung Bagaimana Cara Kita Melihatnya

 

Menurut wikipedia, Globalisasi adalah proses integrasi Internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya. Berbeda dengan wikipedia, Globalisasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah sebuah fenomena yang menjadikan dunia mengecil dari segi perhubungan manusia. Hal ini dimungkinkan karena perkembangan teknologi yang sangat cepat. Oleh karena itu globalisasi menimbulkan sebuah dampak yang berpengaruh untuk Indonesia. Dampak negatif dari globalisasi dibagi atas tiga bidang, diantaranya bidang ekonomi, sosial dan politik.

 

Dengan adanya globalisasi di bidang ekonomi dapat menimbulkan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri yang membanjiri Indonesia. Contohnya masyarakat Indonesia lebih memilih tas export dari luar negeri yang memiliki merk terkenal dibandingkan dengan tas buatan anak-anak Indonesia yang berasal dari Cibaduyut Bandung.

 

Hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukkan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat terhadap bangsa mereka sendiri. Selain itu, barang-barang yang diimpor pun dapat bersifat legal dan ilegal. Ilegal artinya barang yang diimpor merupakan barang hasil penyeludupan dari luar negeri, yang seharusnya tidak dapat masuk ke Indonesia karena beberapa alasan antara lain kualifikasi barang yang tidak sesuai, barang yang dijual tidak dikenai pajak yang seharusnya dan juga barang yang diimpor merupakan barang tiruan. Hal ini menimbulkan sebuah akibat, yaitu kurangnya daya saing antara perusahaan dalam negeri dengan perusahaan luar negeri mengakibatkan kondisi ekonomi di Indonesia sulit berkembang. Perekonomian seperti jalan ditempat.

 

Selain di bidang ekonomi, dampak globalisasi juga terlihat dalam bidang sosial. Westernisasi atau sikap kebarat-baratan semakin jelas terlihat. Hal ini terjadi, karena mudahnya nilai-nilai Barat masuk ke Indonesia, baik lewat media cetak seperti majalah dan koran maupun lewat media lainnya seperti internet dan televisi. Munculnya sikap kebarat-baratan membuat pemuda-pemudi Indonesia lupa akan budayanya, seperti budaya gotong-royong, kesetiakawanan dan kepedulian akan orang lain. Masyarakat cenderung akan bersikap apatis atau individualisme. Mereka hanya mementingkan kepentingan masing-masing tanpa pernah mementingkan kepentingan orang lain di sekitarnya.

 

Selain munculnya sikap individualisme, akan timbul paham baru yaitu sekularisme. Sebuah paham dimana manusia lebih memikirkan kehidupan duniawinya dan mengabaikan kehidupan agamanya. Orientasi masyarakat akan berubah kepada uang dan cara hidup konsumtif. Gaya hidup konsumtif mengajarkan masyarakat untuk hidup boros dan mewah karena tolak ukurnya adalah kekayaan yang dimiliki yang hasilnya adalah sebuah jurang antara si miskin dan si kaya. Perilaku konsumtif akan sangat berbahaya, karena dapat mengingkatkan tindak kriminalitas.

 

Politik Liberalisme di dunia Internasional tanpa kita sadari dapat mempengaruhi dunia politik dalam negeri. Akan banyak kelompok-kelompok yang saling bertentangan dan akan menimbulkan sebuah perpecahan, yang didasaari oleh rasisme, fanatisme, dan golongan tertentu yang kepentingannya berorientasi untuk partai. Kedaulatan negara akan hilang, digantikan oleh kesepakatan global di dunia.

 

Seperti uang logam yang memiliki dua sisi bertolak belakang, ternyata selain memiliki dampak negatif, globalisasi juga memberikan dampak positif antara lain; pertama dengan Belajar kepada budaya Barat yang memiliki etos kerja yang tinggi, disiplin, mandiri dan rasional. Masyarakat Indonesia pun diharapkan mampu meningkatkan etos kerjanya supaya dapat bersaing di dunia Internasional.

 

Tak dapat dipungkiri, dengan adanya globalisasi menjadikan teknologi semakin berkembang. Kemajuan teknologi ini dapat menjadikan masyarakat untuk lebih produktif, efektif dan efisien dalam membuat sebuah produk, yang akhirnya mampu bersaing di Pasar Internasional dan nantinya dapat meningkatkan pasar dan perekonomian Indonesia dan membuat kehidupan masyarakat menjadi lebiih baik dan tercukupi.

 

Globalisasi dapat membuat yang dekat menjadi jauh dan yang jauh menjadi dekat. Pernyataan ini sangat pas untuk menggambarkan kehidupan masyarakat setelah mengalami globalisasi. Kemajuan di bidang teknologi, komunikasi, informasi dan transportasi memudahkan manusia untuk berpergian atau melakukan mobilisasi. Namun sayangnya, ketika jarak yang terbentang telah di persempit oleh teknologi, kedekatan antar keluarga justru kurang terjalin dengan baik. Malah seringkali  teknologi yang menjadi pemicu utama permasalahan yang terjadi. Contohnya Pak Ali tinggal  di Jakarta, namun keluarga besarnya berada di Semarang. Mereka setiap harinya selalu berkomunikasi dengan baik.

 

Namun, ketika Pak Ali dan Keluarga Besarnya berkumpul di Semarang, justru media komunikasi atau handphone-lah yang menyebabkan mereka menjadi kurang baik. Ketika mereka berkumpul semuanya sibuk dengan handphone atau gadget mereka masing-masing. Gadget dibuat oleh manusia, oleh sebab itu jangan sampai gadget yang menjadi tuan atas manusia.

 

Keuntungan yang terakhir, dengan adanyanya globalisasi kita lebih mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan. Di Indonesia khususnya kita jadi memiliki lebih banyak refrensi mengenai modal dan teknologi  yang lebih baik. Dengan modal dan teknologi yang baik kita dapat mengembangkan sektor pariwisata di negara Indonesia. Akan semakin banyak  turis baik domestik maupun mancanegara akan tertarik untuk datang ke Indonesia, yang nantinya akan memberikan hasil yaitu meningkatkan pembangunan negara.

 

Globalisasi dapat memberikan dampak positif dan negatif. Jadi sebagai manusia yang telah diberikan akal budi oleh Sang Pencipta, kita seharusnya dapat memilah yang baik maupun yang buruk untuk kita. Jangan sampai karena adanya globalisasi membuat kita pun berubah. Pilihan kita menentukan masa depan kita. Jangan biarkan kita menjadi seperti robot dan teknologi yang kita buat adalah tuannya.