MEA Siapa Takut?

MEA Siapa Takut?

 

Seperti yang kita ketahui, sebuah perubahan pasti memiliki dampak baik itu positif maupun negatif. Begitu pun dengan Globalisasi, ia membuat dunia semakin mudah namun privasi semakin bebas. Efek yang paling kita rasakan dengan adanya Globalisasi adalah munculnya persatuan-persatuan negara kawasan regional yaitu ASEAN. Dampak positif dari ASEAN adalah memudahkan bangsa Indonesia dalam melakukan kerjasama antar negara di ASEAN. Kerja sama tersebut muncul di berbagai bidang seperti ekonomi, pertahanan, dan pendidikan. Bentuk kerja sama dibidang ekonomi adalah Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang mulai diresmikan bulan Desember 2015. Faktanya masyarakat dan pemerintah belum siap menghadapi MEA, hal ini karena masih minimnya pengetahuan masyarakat mengenai MEA dan kurangnya sosialisasi pemerintah. Lalu bagaimana dengan diri kita? Apa kita siap untuk dapat bersaing dengan masyarakat ASEAN? Untuk dapat bersaing dengan mereka, otomatis kita harus memiliki kemampuan yang dibutuhkan dunia. Terdapat empat hal agar kita dapat survive menghadapi MEA.

Pertama, belajar Bahasa. Sebuah bekal menuju kesuksesan adalah Bahasa Inggris. Bahasa Inggris adalah sebuah bahasa wajib yang harus kita kuasai setelah Bahasa Indonesia, namun dengan adanya pasar bebas maka akan banyak orang-orang asing dari berbagai negara yang menggunakan bahasa ibu selain Bahasa Inggris. Jadi tak ada salahnya, apabila selain belajar Bahasa Inggris kita juga belajar bahasa-bahasa lain yang mereka miliki. Hal ini sangat membantu karena kita akan lebih dihargai dan komunikasi pun akan berjalan dengan lebih baik.

Kedua, perluas networking. Networking merupakan suatu hal yang penting. Kita tak hanya bisa mengandalkan jaringan yang kita miliki sekarang. Secara sadar atau pun tidak sadar, dengan adanya MEA keadaan ekonomi pasti akan berubah, makin banyak investasi yang dilakukan di luar negara kita. Jadi dengan banyaknya jaringan, kita dapat mengetahui pasar yang tepat untuk kita memulai usaha.

Hal yang tak kalah penting adalah belajar bernegosiasi. Negosiasi merupakan tahapan penting untuk melakukan kerja sama. Negosiasi yang menguntungkan satu belah pihak mudah dilakukan, namun negosiasi yang dapat menguntungkan kedua belah pihak itu adalah sebuah tantangan besar. Diperlukan kemampuan khusus dan pengalaman untuk dapat membuat sebuah perjanjian yang dapat menguntungkan kedua belah pihak. Dengan adanya perjanjian yang menguntungkan antara kedua belah pihak, maka persahabatan bisnis pun semakin kuat, kokoh dan akan mendorong kerja sama lainnya di masa mendatang.

Hal terakhir merupakan hal yang sangat penting, namun sering kita lupakan yaitu public speaking. Public speaking menurut wikipedia adalah sebuah komunikasi lisan berupa pidato, ceramah, presentasi dan jenis berbicara di depan umum. Public speaking merupakan hal yang penting karena seseorang boleh saja memiliki kemampuan otak diatas rata-rata atau sering disebut cerdas dan juga memiliki banyak keahlian untuk menciptakan sesuatu yang dapat mengubah dunia. Namun, tanpa adanya sebuah kemampuan public speaking atau kemampuan untuk berbicara di hadapan orang banyak, apa yang ada di kepala kita tak akan bisa tersampaikan kepada dunia. Di era MEA ini kita di tuntut untuk dapat mempresentasikan rencana, ide, gagasan dan kekreativitasan kita kepada orang lain, khususnya rekan bisnis kita.

Keempat hal diatas merupakan cara untuk kita dapat survive menghadapi MEA, namun yang harus kita tanamkan didalam diri bahwa kualitas diri kita adalah faktor utama, teruslah belajar tanpa henti. Jangan mudah merasa puas dan sombong, teruslah mengembang diri dan asahlah talenta yang telah diberikan Sang Pencipta. Tak ada kata sulit jika terus berusaha. Dan ingat ketekunan merupakan sebuah kunci terpenting.