MEA Kunci Peningkatan Ekonomi Global

MEA Kunci Peningkatan Ekonomi Global

 

Masyarakat Ekonomi Asean atau yang disingkat dengan MEA merupakan masyarakat yang memiliki pola mengintergrasikan ekonomi ASEAN dengan cara membentuk sistem perdagangan bebas atau free trade antara negara-negara anggota ASEAN, termasuk didalamnya Indonesia. Ciri-ciri utama dari MEA antara lain: basis dan pasar produksi tunggal, kawasan ekonomi yang sangat kompetitif, memiliki wilayah pembangunan ekonomi yang merata, dan daerah-daerah akan terintegrasi secara penuh dalam ekonomi global. Sebelum membahas ciri-ciri dari MEA, ada baiknya kita mengetahui tujuan dari MEA itu sendiri. Suryo Bambang Sulisto, yang adalah Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menegaskan bahwa tujuan akhir dari MEA adalah penguatan ekonomi negara-negara anggota ASEAN.

Pengertian pasar tunggal berdasarkan produksi tunggal ASEAN terdiri atas lima unsur utama seperti; arus lalu lintas barang, kebebasan arus pelayaran, alur bebas investasi, alur modal yang lebih bebas, dan kebebasan arus tenaga kerja terlatih/ terampil.

Pertama, arus lalu lintas barang yang merupakan salah satu sarana utama dimana tujuan pasar dan basis produksi tunggal yang harus dicapai. Melalui ASEAN Free Trade Area (AFTA), ASEAN telah mencapai kemajuan yang signifikan dalam menghilangkan tarif. Memperlancar arus barang secara bebas merupakan sebuah langkah yang memfasilitasi perdagangan lainnya, misalnya mengintegrasikan prosedur bea cukai, membentuk pertemuan ASEAN single window yang dapat meningkatkan Tarif Common Effective Preferential (CEPT)/ sebuah peraturan mengenai asal barang.

Kedua, kebebasan arus perdagangan jasa salah satu elemen penting dalam mewujudkan perekonomian masyarakat ASEAN yang dimana tak ada pembatasan kepada pemasok pelayanan dalam memberikan pelayanan dan dalam membangun perusahaan di seluruh perbatasan nasional di Kawasan Negara Asean. Fokus sektor jasa yang dikembangkan meliputi jasa keuangan dan transportasi, baik udara, laut dan darat.

Ketiga, alur bebas investasi yaitu sebuah rezim investasi yang bebas dan terbuka untuk meningkatkan daya saing ASEAN dalam menarik investasi antar negara ASEAN. Alur masuk inilah yang nantinya akan memastikan dan mempromosikan dinamika perkembangan perekonomian di ASEAN.

Selanjutnya, alur modal yang lebih bebas dimana tugas utamanya adalah memperkuat pembangunan Pasar Modal ASEAN. Untuk meraih keselarasan untuk meningkatkan standar pasar  modal di ASEAN, maka dibuatlah sebuah peraturan pendistribusian yang dapat mempermudah investor dalam menanamkan modalnya.

            Terakhir, kebebasan arus tenaga kerja terlatih/ terampil. Dengan adanya arus tenaga kerja yang terlatih/ terampil maka akan memungkinkan/ memfasilitasi sebuah pintu masuk yang digunakan untuk perpindahan orang yang berhubungan dengan perdaganagan barang dalam, pelayanan, pelayaran dan investasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku dari negara tujuan yang berada di kawasan ASEAN.

Berbeda dengan basis dan pasar produksi tunggal, terdapat ciri kedua yaitu kawasan ekonomi yang sangat kompetitif. Maksudnya, melihat tujuan akhir dari MEA adalah untuk penguatan ekonomi, maka diharapkan MEA jangan sampai menimbulkan persaingan negara- negara anggota ASEAN yang dapat merugikan dan merugikan negara lain. Kadin Indonesia mengatakan bahwa “MEA memungkinkan masuk dan keluarnya produk, jasa, investasi dan tenaga kerja di ASEAN secara bebas. Oleh karena itu setiap negara harus bisa memanfaatkan peluang yang ada untuk mendapatkan keuntungan dari kebebasan itu.

Memiliki pembangunan ekonomi yang merata merupakan sebuah prestasi tersendiri. Dengan meratanya pembangunan ekonomi, maka secara tidak sadar juga akan meningkatkan pendapatan per kapita negara. Hasil akhir dari semakin tinggi pendapatan per kapita negara adalah semakin sukses pula penguatan ekonomi.

Daerah-daerah akan terintegrasi secara penuh dalam ekonomi global menggunakan sebuah elemen pendekatan yang koheren dalam hubungan ekonomi di luar kawasan, hal ini memungkinkan adanya interaksi di dalam negeri dengan luar negeri yang nantinya akan meningkatkan peran serta dalam jejaring produksi global.

Melihat ciri-ciri yang telah dipaparkan apakah menurut anda Indonesia telah menjadi anggota MEA? Faktanya, banyak sekali dari ciri yang dipaparkan, belum sesuai dengan Indonesia. Namun yang pasti sekarang pemerintah sedang berusaha keras melayakkan negara kita untuk menjadi anggota MEA.