Learn English, but Safe Indonesia

Learn English, but Safe Indonesia

Bahasa Inggris telah masuk dan berkembang di Indonesia. Tanpa kita sadari kehadiran Bahasa Inggris telah mengubah banyak hal, mulai dari pendidikan, ekonomi, dan sosial. Dapat kita lihat sekarang dari sisi sosial, budaya gotong-royong telah terkikis menjadi budaya yang individualisme. Anak-anak Indonesia lebih memilih musik-musik Barat dibandingkan musik dalam negeri, seperti dangdut dan keroncong. Lalu apa dampak yang timbul apabila kita tidak mengikuti trend yang ada? Jawabannya jelas, kita akan dianggap sebagai seseorang yang tidak mengerti musik dan tidak update. Pikiran kita masih kuno dan jaman dulu (jadul). Kita dicap manusia yang terbelakang dan tidak akan berkembang. Dapat dilihat bahwa dampak Bahasa Inggris sangat besar dalam mempengaruhi segala aspek kehidupan orang Indonesia. Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada dituntut untuk dapat memahami Bahasa Inggris dan dapat mengkomunikasikannya dengan orang lain. Westernisasi yang merupakan sebuah perbuatan meniru atau melakukan aktivitas kebarat-baratan mulai mendominasi di Indonesia. Namun pernahkah kita berpikir bahwa dengan identitas bangsa kita yang apa adanya justru negara Indonesia lebih disegani oleh dunia? Berikut ini lima keistimewaan Indonesia di mata Internasional.

 

Pertama, Indonesia merupakan negara maritim terbesar di dunia dengan perairan yang luasnya mencapai 93 ribu kilometer dan panjang pantainya sekitar 81 ribu kilometer, luasnya hampir sama dengan 25 % panjang pantai di dunia.

 

Tidak hanya memiliki negara maritim yang luas, hasil alam Indonesia pun tak dapat diragukan. Sejauh mata memandang terdapat banyak jenis spesies hewan dan tumbuhan yang dapat tumbuh dan berkembang di Indonesia. Salah satu spesies tumbuhan yang paling terkenal dari Indonesia adalah bunga Rafflesia Arnoldi. Menurut sebuah survei yang dilakukan, bunga Rafflesia Arnoldi yang tumbuh di Sumatera adalah bunga terbesar di dunia. Ketika bunganya mekar, diameternya dapat mencapai 1 meter. Selain spesies tumbuhan, Indonesia ternyata memiliki tiga hewan fenomenal, antara lain ikan hiu, primata dan komodo.

 

Spesies ikan hiu di Indonesia merupakan spesies terbanyak di dunia yaitu sebesar 150 spesies. Berbeda dengan ikan hiu yang merupakan spesies terbanyak di dunia, ternyata Indonesia juga memiliki primata terkecil di dunia, yaitu Tarsier Pygmy (Tarsius Pumilus)/ Tarsier gunung yang panjangnya hanya 10 cm. Hewan ini mirip dengan monyet dan hidup di atas pohon. Spesies jenis ini dapat ditemukan di daerah Sulawesi. Yang paling membuat takjub adalah komodo. Komodo merupakan binatang purba yang masih hidup sampai sekarang, meskipun jumlahnya sudah sedikit dan hampir punah. Komodo pun hanya terdapat di Pulau Komodo, NTT. Komodo merupakan kadal terbesar di dunia. Panjangnya bisa mencapai 3 meter dan beratnya 90 kg.

 

Putera-puteri Indonesia merupakan putera-puteri terbaik di dunia. Kalian pasti tak asing dengan BJ Habibie. BJ Habibie adalah Presiden RI ke-3, Ia juga pemegang 46 paten di bidang navigasi udara dan teknik-teknik pengoperasian pesawat terbang (aeronautika) di dunia. Berbeda dengan BJ Habibie, Putera Indonesia lainnya yaitu Ir. Achmad Murdijat yang adalah lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) adalah seorang perancang dari Menara Kuala Lumpur. Menara Kuala Lumpur adalah icon terpenting dan objek wisata dari Negeri Jiran.

 

Bagi pencinta kopi, kalian pasti familier dengan kopi luwak. Kopi luwak merupakan kopi termahal di dunia, hal ini karena kopi luwak di hasilkan langsung oleh luwak terpilih dan juga proses pembuatan hingga dapat menjadi kopi memerlukan waktu yang sangat panjang.

 

Yang terakhir, alat musik. Alat musik tradisional di Indonesia beraneka ragam, mulai dari gamelan, suling, gambus, gendang dan berbagai jenis lainnya. Namun pernahkah kita di sekolah diajarkan untuk mempelajari alat musik tradisional tersebut? Pasti tidak. Berbeda dengan Singapura, gamelan merupakan mata pelajaran wajib di sekolah dasar (SD) di hampir semua wilayah Indonesia.

 

Globalisasi mungkin telah menjadikan Indonesia menjadi negara yang kebarat-baratan. Setiap hari kita dituntut untuk memahami dan belajar mengenai Bahasa Inggris, sampai kita tak sadar bahwa semakin hari rasa kecintaan kita terhadap negara kita Republik Indonesia semakin terkikis. Kita melupakan budaya, bahasa dan keistimewaan yang telah diberikan Sang Pencipta kepada kita. Rasa memiliki terhadap Indonesia sirna sudah. Kebudayaan dan Bahasa Barat mendominasi. Namun perlu kita sadari sampai kapan pun Indonesia adalah Tanah Air Kita, jangan sampai karena kecintaan kita kepada Budaya Barat budaya kita di claim oleh negara lain. Dan akhirnya kita pun tak dapat melakukan apapun. Jadi secinta dan sesuka apapun kita terhadap Budaya Barat, Budaya kita merupakan yang paling utama. Orang luar negeri saja menyukai Indonesia, namun rakyatnya sendiri menyukai budaya lain. Miris bukan?