Dampak Kuliah di Luar Negeri

Dampak Kuliah di Luar Negeri

Di zaman modern seperti sekarang, pola pikir masyarakat semakin maju. Hal ini yang membuat akhirnya banyak orang tua yang berniat menyekolahkan anak-anaknya ke luar negeri. Alasannya sederhana, supaya anaknya dapat lebih sukses daripada orang tuanya. Lalu, bagaimana dengan sang anak? Ternyata sang anak pun tak jauh berbeda, bahagia itulah kata yang tepat untuk menggambarkan mereka apabila di tawarkan untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri, mereka sangat mempersiapkan diri untuk mengejar beasiswa. Banyak hal yang mereka lakukan, mulai dari membeli buku-buku untuk meningkatkan TOEFL hingga les seperti kutu loncat, supaya menemukan tempat les yang cocok dan dapat membantu mereka mewujudkan mimpinya. Namun sebuah pilihan, pasti memiliki dampak. Baik dampak positif maupun negatif. Tiga dampak positif dari kuliah di luar negeri antara lain; meningkatkan pengalaman hidup, meningkatkan keterampilan bahasa, dan membuka wawasan.

Meningkatkan pengalaman hidup. Di Indonesia banyak dari anda pasti menjalani kehidupan dengan kondisi aman dan nyaman. Segala yang anda inginkan akan dengan mudah anda dapatkan, anda tak pernah merasa kekurangan dan sendirian. Namun, ketika anda akhirnya memutuskan untuk melanjutkan  pendidikan ke luar negeri, tanpa anda sadari anda akan berubah menjadi pribadi yang  mandiri dan bertanggung jawab. Tak ada yang bisa diharapkan ketika anda sakit, kecuali diri sendiri. Gaya hidup mewah ketika di rumah harus ditinggalkan. Digantikan dengan hidup sederhana dan kemampuan menabung sangat dibutuhkan. Bahkan tak jarang untuk memenuhi kebutuhan di negeri orang, anda di tuntut untuk bekerja part time.

Bahasa merupakan hal yang penting dalam komunikasi. Bagaimana anda dapat berinteraksi dengan orang  lain apabila anda tidak mengerti bahasa mereka? Oleh sebab itu mau  tidak mau anda di tuntut untuk dapat memahami bahasa yang digunakan mereka dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, ketika di Jerman anda tak hanya dituntut untuk mengerti bahasa Inggris, namun juga bahasa Jerman. Hal ini membuat anda dapat berkembang dan bertahan juga menambah wawasan anda.

Belajar ke luar negeri menuntut anda untuk berpikiran terbuka (open minded). Anda diajak untuk memahami peradaban manusia di belahan dunia lain yang dimana peradaban dunia tersebut lebih maju maupun mundur dibandingkan negara Indonesia. Selain itu, anda juga harus siap mempelajari pola pikir masyarakat dari bangsa lain yang mungkin jauh lebih maju dan  belajar mengenai pembangunan peradaban yang negara mereka lakukan.

Namun sayang, selain memiliki dampak  positif melanjutkan pendidikan di luar negeri pun memberikan tiga dampak negatif antara lain; gegar budaya, jauh dari keluarga, dan relasi dalam negeri terbatas.

Indonesia memiliki banyak budaya karena terdiri dari berbagai macam wilayah dan suku. Hal ini berbanding terbalik ketika kita ke luar negeri. Efeknya adalah kita mengalami geger budaya (cultural shock). Salah satu alasannya adalah karena penduduk di luar negeri cenderung bersifat individualistik, ditambah dengan norma dan etika yang berbeda. Pendalaman akan bahasa pun sulit dilakukan, karena bedanya aksen dan logat antara kita dengan orang luar negeri.

Jauh dari keluarga merupakan konsekuensi sekaligus beban yang berat. Hal ini sangat menyiksa anda khususnya ketika anda jatuh sakit. Anda harus bisa mengurus diri anda sendiri. Lalu anda pun harus dapat  mengurus segala keperluan anda sendiri, mulai dari mencuci baju, merapikan rumah hingga bekerja part time untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Anda pun harus dapat beradaptasi dengan cuaca dan makanan yang ada di negara tersebut. Hal ini karena di luar negeri nasi merupakan makanan yang mewah, sementara di Indonesia nasi merupakan makanan pokok. Hal ini pun berlaku untuk cuaca, Indonesia hanya memiliki dua musim antara lain musim kemarau dan musim penghujan. Waktunya pun jelas, berbeda dengan luar negeri yang  memiliki empat musim antara lain musim panas, semi, dingin dan gugur. Jadi menuntut anda untuk selalu update mengenai cuaca.

Hal yang terparah adalah relasi di dalam negeri terbatas. Ketika anda lulus kuliah dari  luar negeri, kemanakah anda akan mencari pekerjaan? Di Indonesia ataukah tetap bertahan di mana anda melanjutkan kuliah? Ketika anda berpikir akan melanjutkan jenjang karier anda di Indonesia, anda sebaiknya berpikir ulang. Akan banyak kesulitan yang anda alami ketika ingin melanjutkan karier di Indonesia. Hal ini dipicu karena kurangnya relasi di Indonesia, dan juga pengetahuan anda tentang pasar di Indonesia masih minim.

Ketika anda memutuskan untuk melanjutkan pendidikan maupun mengejar karier di luar negeri, anda baiknya anda memikirkan matang-matang resiko dan hambatan yang akan anda hadapi di kedepannya. Lalu tanyakan kembali pada diri anda, apakah saya sebagai putera-puteri Indonesia  sudah cukup pantas untuk mengharumkan Indonesia? Kalau belum, lalu apa yang ingin saya perbuat untuk dapat berguna dan mengharumkan nama Indonesia ?